Pemetaan Kerawanan Banjir Kabupaten Cilacap
Tentang Peta
Peta kerawanan banjir Kabupaten Cilacap yang menyajikan hasil overlay tiga parameter, yaitu kelerengan, elevasi, dan jarak dari garis pantai. Keluaran analisis tahun 2022 direkonstruksi menjadi poster kartografi editorial pada 2026 agar alur analisis, pola spasial, dan tingkat kerawanan lebih mudah dipahami.
- Tujuan
- Proyek ini bertujuan memvisualisasikan pola kerawanan banjir di Kabupaten Cilacap berdasarkan hubungan antara kondisi kelerengan, elevasi, dan kedekatan wilayah terhadap garis pantai. Penyajian ulang dilakukan untuk membangun komunikasi visual yang lebih jelas tanpa mengubah pola spasial dari keluaran analisis asli.
- Kontribusi saya
- Saya mengolah data elevasi DEMNAS di ArcGIS menjadi parameter kelerengan dan elevasi, menyusun parameter jarak dari garis pantai, serta menghasilkan peta kerawanan melalui proses overlay. Saya juga menyiapkan layout peta awal, mengevaluasi kembali informasi yang masih dapat diverifikasi dan mengarahkan proses redesain kartografis untuk kebutuhan portofolio.
- Metode
- Data DEMNAS diolah menjadi peta kelerengan dan kelas elevasi. Jarak dari garis pantai disusun sebagai parameter ketiga untuk menggambarkan kedekatan wilayah terhadap kawasan pesisir. Ketiga parameter kemudian digabungkan melalui overlay untuk menghasilkan klasifikasi kerawanan banjir. Pada tahap redesain, empat keluaran peta tahun 2022 diekstrak dan disusun kembali secara visual tanpa menghitung ulang model, bobot, atau luas setiap kelas.
- Software
- ArcGIS
- Sumber data
- DEMNAS — Badan Informasi Geospasial (BIG), diakses dan diolah pada 2022. Sistem koordinat kerja: WGS 1984 / UTM Zone 49S.
- Output
- Satu poster kartografi vertikal yang menampilkan peta hasil overlay sebagai visual utama, tiga peta parameter pendukung, diagram alur analisis, legenda, metadata, pembacaan visual, dan catatan integritas data. Output tersedia dalam format PNG resolusi tinggi dan PDF untuk presentasi portofolio.
- Batas dan catatan
- Data raster asli, bobot parameter, dan proyek analisis ArcGIS sudah tidak tersedia. Redesain dibuat dari empat peta keluaran tahun 2022 sehingga tidak dimaksudkan sebagai penghitungan ulang analisis GIS. Beberapa interval kelas pada legenda lama kurang terbaca dan ditandai untuk verifikasi. Peta tidak memuat probabilitas kejadian, luas terdampak, jumlah penduduk terdampak, maupun rekomendasi mitigasi operasional, sehingga tidak ditujukan sebagai dasar tunggal pengambilan keputusan kebencanaan.