Peta Kerawanan Banjir Kecamatan Martapura
Tentang Peta
Pemetaan kerawanan banjir di Kecamatan Martapura menggunakan analisis spasial berbobot terhadap empat parameter: curah hujan, penggunaan lahan, kemiringan lahan, dan tekstur tanah. Hasil analisis disajikan dalam kelas kerawanan relatif dari sangat tidak rawan hingga sangat rawan.
- Tujuan
- Mengidentifikasi distribusi tingkat kerawanan banjir secara relatif di Kecamatan Martapura berdasarkan kombinasi beberapa parameter fisik wilayah. Peta ini dibuat sebagai media pembelajaran analisis mitigasi bencana dan penyajian informasi spasial.
- Kontribusi saya
- Menyiapkan data spasial, melakukan interpolasi curah hujan, mengolah kemiringan dari DEM, mengklasifikasikan penggunaan lahan dan tekstur tanah, memberikan skor dan bobot pada setiap parameter, menjalankan overlay raster, serta menyusun layout peta hasil analisis.
- Metode
- Curah hujan diinterpolasi menggunakan metode IDW, kemudian dipotong mengikuti batas wilayah dan direklasifikasi. Data penggunaan lahan dan tekstur tanah diberi skor lalu dikonversi menjadi raster. Kemiringan lahan diturunkan dari DEM menggunakan analisis slope. Keempat parameter digabungkan melalui weighted overlay dengan bobot curah hujan 40%, penggunaan lahan 30%, kemiringan 15%, dan tekstur tanah 15%. Nilai akhir direklasifikasi menjadi tingkat kerawanan banjir relatif.
- Software
- ArcGIS
- Sumber data
- Data curah hujan: BMKG Data Online. Data DEM, penggunaan lahan, tekstur tanah, dan batas administrasi berasal dari dataset praktikum tahun 2022. Sistem referensi penyajian: WGS 1984 / UTM Zone 50S.
- Output
- Peta kerawanan banjir Kecamatan Martapura, empat peta parameter, raster hasil reklasifikasi, raster overlay berbobot, dan poster kartografi untuk kebutuhan portofolio.
- Batas dan catatan
- Peta menunjukkan indeks kerawanan relatif berdasarkan parameter dan bobot yang digunakan. Hasilnya bukan peta genangan teramati, prediksi probabilitas kejadian banjir, ataupun penilaian risiko yang mencakup penduduk, aset, keterpaparan, dan kapasitas. Sumber asli selain data curah hujan belum terdokumentasi secara spesifik sehingga dicantumkan sebagai dataset praktikum 2022.